Kleptomaniak dan Rembrandt dalam Pembungkus Plastik.....
Ketika cewek seksi tukang tipu menjadi sasaran para pembunuh bayaran yang bodoh, maka senyum dan tawa akan bermunculan. Wild Target adalah komedi Inggris dengan lelucon yang dangkal, namun efektif, dan dijamin akan menceriakan hari anda yang suram.
Menceritakan seorang pembunuh bayaran bernama Victor yang mendapat tugas untuk membunuh seorang cewek penipu bernama Rose, Wild Target dimulai dari aksi tipu Rose dalam penjualan lukisan palsu kepada seorang kolektor gangster. Sebagai pembunuh bayaran nomor satu, Victor tidak pernah gagal dalam menghabisi targetnya. Namun untuk target yang satu ini, hati Victor berkata lain. Alih-alih membunuhnya, Victor malah menyelamatkan Rose dan berbalik menjadi bodyguard-nya. Ditemani oleh pemuda pengangguran bernama Tony yang tidak sengaja ikut tersangkut masalah mereka, Victor dan Rose harus lari dari kejaran para pembunuh bayaran lainnya. Dalam pelarian mereka yang dipenuhi adegan konyol, cinta tumbuh dan bersemi. Namun cinta antara siapa?
Tokoh-tokoh dalam Wild Target merupakan karakter-karakter komik tipikal komedi Perancis. Ini terjadi karena Wild Target adalah remake dari film Perancis berjudul Cible Emouvante (1993). Tokoh utamanya adalah Victor, sang pembunuh bayaran tua yang gila kerapian dan tinggal dengan ibunya selama hampir seluruh hidupnya. Diperankan dengan pas oleh Bill Nighy, karakter Victor berinteraksi dengan jenaka bersama karakter penipu Rose yang mengingatkanku akan aksi Audrey Tautou dalam Hors de Prix (2006).
Emily Blunt menghidupkan karakter Rose dengan cukup baik. Walaupun Rose memiliki uang ribuan poundsterling di tasnya, dia tetap mencuri dimana-mana akibat sifat klepto-nya. Kleptomania secara riil tentunya sangat menyebalkan. Dulu di kos temanku waktu kuliah, salah seorang anak kosnya menderita kleptomania. Sepatu yang ditinggal di luar kamar, tiba-tiba hilang. Barang-barang kecil juga hilang. Karena pada suatu waktu ada kalung berharga yang lenyap, polisi-pun bertindak. Kleptomania adalah suatu peristiwa yang cukup dramatis, namun tidak sedemikian halnya di Wild Target, ulah kleptomania Rose justru menimbulkan lelucon karena banyak hal terjadi akibat ulah usil mencurinya.
Skenario film yang ringan dan tidak perlu dipikir sama sekali membuat Wild Target bisa dinikmati untuk mengusir galau di hati. Dalam gubahannya sebagai black comedy ala Inggris, Wild Target membuat aku tertawa terbahak-bahak seperti ketika menonton Easy Virtue (2008) ataupun In Bruges (2008). Namun dibandingkan kedua film tersebut, Wild Target menduduki posisi lebih rendah karena plot yang mudah ditebak dan kisah cinta yang tidak digarap dengan baik. Jalinan skenario Wild Target tidak bisa memunculkan koneksi antar karakternya yang meninggalkan kesan. Tertawa saja yang muncul, hanya itu.
Syuting yang dilakukan di British National Museum memberikan adegan Rose bersepeda di sepanjang koridor yang dipenuhi oleh lukisan. Sebagai salah satu bentuk seni yang abadi sepanjang masa, lukisan memiliki peranan sebagai pemicu masalah di Wild Target. Penipuan Rose berawal dari kerja samanya dengan seorang pelukis yang bekerja sebagai restorator lukisan. Karya yang digunakan adalah lukisan Rembrandt.
Bila karya Rembrandt divisualisasikan sebagai lukisan hidup yang artistik dalam Nightwatching (2007) oleh Peter Greenaway, maka dalam Wild Target justru digunakan sebagai bahan lelucon. Lihat saja trailernya dan anda akan menemukan joke tentang waktu kematian Rembrandt di sana.
Dikemas dalam pengambilan gambar standar ala komedi Inggris, pesona Wild Target paling banyak diberikan oleh Bill Nighy. Wajahnya yang ekspresif bisa menghadirkan emosi dan senyum di bibir penonton. Cara berdirinya yang kaku namun gesit dan lincah ketika membunuh membuat karakter Victor menjadi menarik untuk dilihat.
Sisi lain karakter Victor sebagai cowok rumahan yang jarang bergaul terlihat dari perabot rumahnya yang sangat rapi terbungkus plastik. Seperti halnya pembungkus plastik pada barang-barangnya, diri Victor juga memiliki sebuah selubung yang memisahkannya dari dunia luar. Bersembunyi dengan dalih pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran, Victor tidak memiliki teman. Hadirnya Rose dan Tony membuka selubung plastiknya dan dia menemukan kebahagiaan yang lain di luar pekerjaannya. Tak jarang kita semua juga bersembunyi di balik pekerjaan kita dan semua yang kita lakukan hanya berkutat di hal yang sama. Ada baiknya mencoba seperti Victor. Kita sapa seorang yang asing dan berpetualang bersamanya selama seharian. Siapa tahu orang yang asing bisa berubah menjadi teman.
Wild Target memiliki potensi sebagai komedi yang sukses, sayangnya terhambat oleh skenario yang tidak mengembangkan karakternya. Bila anda membutuhkan senyum lepas di akhir pekan, bolehlah menonton Wild Target sebagai alternatif . Hanya saja kini anda cuma bisa menontonnya di layar kaca karena Wild Target baru saja turun dari peredarannya di bioskop.
AGAS STAR RATING : 5 out of 10
No comments:
Post a Comment